Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Keuangan KONI Kota Malang Mutlak Harus dilaporkan dan Harus Diaudit oleh Akuntan Publik
Mkoran, Malang – Menjelang hari H pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Malang (Musorkot) Komite Olahraga (KONI) Kota Malang tanggal 17/12/22 kelihatannya semakin hangat berbagai manufer dilakukan oleh pihak – pihak yang berkepentingan, aksi klaim dukungan terus digencarkan, seperti diketahui bahwa Kandidat Calon ketua ada dua orang yaitu Eddy Wahyono dan Djoni Sujadmoko.

Seperti dikemukakan oleh Walikota Malang, Sutiaji, bahwa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Koni harus diserahkan terlebih dahulu sebelum Musyawarah Olahraga Kota Malang (Musorkot) diadakan. Ini penting sebab dari Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) ini bisa mengindikasikan apakah keuangan pada tahun berjalan itu berjalan sesuai rencana serta klir dari permasalahan, jangan – jangan ada beberapa DUGAAN seperti tahun tahun sebelumnya. Yaitu dengan dipanggilnya beberapa cabor serta pengurus KONI oleh Kejaksaan Negeri Malang yang sampai hari ini kasus dugaan korupsi di tubuh KONI belum selesai dan sampai pada tahap PENYIDIKAN, demikian kata Moch Samsul SH salah satu praktisi Hukum yang sedang moncer di Kota Malang.
Bahwa laporan keuangan harus diaudit oleh AKUNTAN PUBLIK seperti yang tercantum dalam AD/ART itu juga menjadi hal pokok yang harus dilaksanakan oleh pengurus KONI, jadi wajar saja kalau Walikota malang memberikan klaim Bahwa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) harus DILAPORKAN.
Walikota tentu tak akan mau menanggung resiko seandainya pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota Malang (Musorkot) tersebut Cacat Hukum, artinya Walikota Malang sebagai Bapaknya Kota Malang telah bersikap mengingatkan, sebab dikemudian hari dia tidak mau ada masalah hukum. Walikota bisa saja membekukan danah hibah yang selama ini diperoleh oleh KONI tetapi tentunya akan berakibat sangat fatal bagi Cabor, tetapi sebelum itu dilakukan hendaknya pengurus KONI berpikir lebih bijaksana dan arif untuk mengadopsi aturan aturan yang ada dan itu akan sangat baik untuk kehidupan olah raga di Kota Malang, demikian kata Samsul dengan tegas. (Rief)
