KETUA KONI MENDATANG HARUSLAH BISA MEMBUAT KONI MANDIRI SERTA TIDAK MENCARI PENGHIDUPAN DI KONI DAN BERSEDIA MEROGOH KOCEK UNTUK KEPENTINGAN KONI.
MKoran, Malang – Setelah berbagai tokoh masyarakat Kota Malang berkomentar tentang Pelaksanaan Musorkot KONI Kota Malang, akhirnya Ketua Koni Kota Malang, Eddy Wahyono didalam Sidang Musorkot 17/12/2022 tersebut menawarkan kepada para peserta apakah Musorkot diteruskan atau ditunda dan dijawab langsung oleh hampir semua peserta SIDANG DITUNDA. Resmi ditunda tanpa pemberitahuan kapan Musorkot tersebut akan dilaksanakan kembali.
Seperti diketahui bahwa calon kandidat selain Eddy Wahyono ada juga satu kandidat lain yaitu Djoni Sudjatmoko, dua dua nya diperkirakan merupakan figure yang mempunyai peluang sama untuk memimpin KONI kedepan. Tetapi disini perlu dijabarkan siapa sebenarnya Djoni Sidjatmo, dengan latar belakang seorang pengusaha yang sukses (Owner NK Café) serta mantan birokrat yang handal dibidang keuangan, yang bersangkutan juga menyukai olah raga terbukti dengan fasilitas olah raga di NK Café.

Seperti yang diungkap oleh Wasto Mantan Sekda Kota Malang, yang dengan sangat terbuka sekali memilih Djoni Sudjatmiko sebagai kandidat yang cocok untuk Ketua KONI mendatang. Pemikiran ini sangat mendasar serta sesuai dengan kenyataan bahwa Djoni sangat mampu dan tidak MENCARI PENGHIDUPAN di dalam tubuh KONI. Diharapkan KONI akan mandiri ditangan Djoni Sudjatmiko. Untuk itu diharapkan masing masing cabor akan terbuka pikirannya demi cabor yang dipimpinnya. Tidak seperti sekarang ini, banyak keluhan dari cabor cabor yang harus banting tulang untuk menghidupi cabornya dari uang pribadi.

Lain juga dengan Wasto, bahwa seorang ketua KONI haruslah seorang yang mampu dibidang ekonomi secara mandiri, tetapi seorang ketua KONI haruslah RELA untuk merogoh KOCEKNYA untuk kepentingan KONI (olah raga) Kota malang, dan Djoni Sudjatmiko adalah tokoh yang selama ini dikenal sangat ROYAL. Demikian dikemukakan oleh SURYA WIDODO Direktur JTP Group dalam wawancara dengan MKORAN kemarin.
Lain pula dikatakan oleh Asraf, Gubernur LSM LiRA Jawa Timur, yang penting bagi calon kandidat KONI Kota Malang tidak tersandra oleh hukum dan mendatang juga tidak ada masalah hukum. (rief)
