RAKYAT MULAI BERANI MENGADUKAN CALON LEGESLATIF YANG DIDUGA MELAKUKAN SERANGAN FAJAR KEPADA BAWASLU KOTA MALANG

Mkoran, Malang – Kampanye dan pencoblosan Calon Legislatif (Caleg) telah berahir saat ini tinggal perhitungan di tingkat kecamatan. Banyak hal yang dilakukan oleh para Caleg terutama SERANGAN FAJAR. Kejadian berlangsung secara massif terjadi dimana mana, hampir semua caleg seolah bersaing melakukan tindakan kotor tersebut. Demokrasi tergerus hampir punah, perjuangan para pahlawan terdahulu tercampakkan. Tak ada yang berani untuk melaporkan peristiwa ini, diam membisu. Cerdik cendekia tertutup rapat mulutnya tak bersuara.
Adalah Syarifuddin Nahar biasa dipanggil ARIF, sosok Walikota LSM Lira Kota Malang yang hari ini (21/2) melaporkan adanya dugaan SERANGAN FAJAR yang terjadi di Kota Malang. Dia melaporkan dua (2) orang caleg dari Kec Blimbing, yaitu Caleg dari Partai demokrat serta Caleg dari Partai Nasdem. Pelaporan tersebut diterima oleh komisioner BAWASLU dan sejumlah staff, serta Unsur Gakkumdu. Pelaporan berlangsung dalam suasana santai serta penuh tawa.

Arif didalam suratnya melaporkan sejumlah nama selain para calon legeslatif. Ada satu makelar kampanye serta seorang ketua RT yang dengan terang benderang menyebut bahwa yang bersangkutan sudah berhasil mengajak warga untuk mencoblos salah satu Caleg dengan imbalan per kepala 100 ribu. Hal ini dikatakan oleh ketua RT dalam rekaman suara, yang di jadikan bukti dalam pengaduan tersebut. Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada anggota Bawaslu Kota Malang, Mohammad Hasbi Ash Shidiqi, dia mengatakan bahwa laporan ini akan ditindak lanjuti dengan serius dan apabila memenuhi syarat pelaporan akan diberikan register kemudian dilimpahkan kepada Gakkumdu, demikian terangnya.
Harus ada yang berani melakukan pelaporan tentang kejadian ini, ini sangat mencoreng demokrasi. Dari pemilu ke pemilu tetap seperti ini dan seperti kejadian biasa, kita tidak tahu apa yang terjadi pada kita dikemudian hari. Kita akan memandang bahwa UANG adalah segalanya, semua diukur dengan uang, kita tidak bisa membayangkan apabila kekuasaan harus dibeli dengan MENYOGOK MASYARAKAT.
Negara akan hancur lebur. Kasihan para pejuang pendiri negeri ini, demikian kata Arif dengan sedikit Emosi ( Din )
